Palangka Raya | EnterKal – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mekar Sari menyalurkan bantuan telur kepada keluarga penerima manfaat guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita dan ibu hamil.
Bantuan yang didistribusikan pada Selasa (2/6/2026) tersebut menjadi bagian dari program pencegahan stunting yang berfokus pada peningkatan konsumsi protein hewani sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi, terutama protein hewani yang berperan penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Karena itu, intervensi gizi melalui pemberian makanan bergizi kepada kelompok rentan, seperti balita dan ibu hamil, menjadi langkah strategis untuk mencegah stunting sejak dini.
Fokus Perkuat Pemenuhan Gizi Keluarga
Kegiatan distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Marsudi Damar Jati.
Pada tahap awal, bantuan telur disalurkan melalui UPTD Puskesmas Marina Permai dan UPTD Puskesmas Bukit Hindu sebelum diteruskan kepada keluarga penerima manfaat yang telah terdata di wilayah kerja masing-masing puskesmas.
Skema penyaluran melalui fasilitas pelayanan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh sasaran yang membutuhkan secara tepat dan terukur.
Protein Hewani Jadi Kunci Pencegahan Stunting
Marsudi Damar Jati menegaskan pemenuhan kebutuhan protein hewani merupakan salah satu komponen penting dalam upaya pencegahan stunting.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting agar intervensi gizi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Bantuan telur yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil sehingga mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi kepada PT Mekar Sari yang telah berkontribusi melalui program CSR untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
Keterlibatan sektor swasta dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program kesehatan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan status gizi kelompok rentan.
Kolaborasi semacam ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi dunia usaha lainnya untuk turut berpartisipasi dalam program pembangunan kesehatan daerah.
Targetkan Generasi Bebas Stunting
Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong berbagai intervensi gizi spesifik dan sensitif guna mempercepat penurunan angka stunting.
Melalui dukungan pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong serta kolaborasi lintas sektor, Palangka Raya optimistis dapat melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing sekaligus mendukung pencapaian target penurunan stunting di daerah. (Red)





