spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Indonesia Siapkan Roadmap AI 2026–2029 dan Regulasi Berbasis Risiko

Menkomdigi Meutya Hafid mendorong Meaningful AI yang terukur dampaknya, dari produktivitas dan layanan publik hingga inklusi, daya saing, serta ketahanan masyarakat.

DENPASAR | EnterKal – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan berhenti pada kecanggihan teknologi.

Hal itu disampaikan Meutya dalam XI International Scholas Chairs Congress 2026 di Kura-Kura Bali, Denpasar, Jumat (4/9/2026). Ia memperkenalkan gagasan Meaningful AI sebagai arah pengembangan AI yang berorientasi pada kebutuhan dan persoalan kehidupan sehari-hari.

“Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Meutya.

AI Mulai Masuk Kehidupan Sehari-hari

Menurut Meutya, AI telah bergerak cepat dari tahap eksperimentasi menuju penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi tersebut semakin banyak digunakan untuk mendukung pembelajaran, pekerjaan, layanan kesehatan, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan. Perkembangan itu, kata dia, harus diikuti kesiapan manusia dan institusi agar AI diarahkan untuk tujuan yang bermakna.

“Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna,” kata Meutya.

Meutya menjelaskan Meaningful AI mencakup lima dimensi. Pertama, AI for Productivity untuk meningkatkan efektivitas kerja masyarakat dan organisasi.

Kedua, AI for Public Good yang diarahkan untuk memperbaiki pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan sistem pangan.

Ketiga, AI for Inclusion untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, kesempatan, dan layanan dasar.

Keempat, AI for Competitiveness untuk memperkuat talenta, riset, inovasi, dan bisnis Indonesia.

Kelima, AI for Resilience untuk membantu masyarakat menghadapi ancaman keamanan siber, bencana, risiko iklim, serta berbagai gangguan lainnya.

Indonesia Diminta Tak Hanya Jadi Pasar AI

Meutya menilai Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar bagi teknologi AI yang dikembangkan negara lain.

Menurut dia, Indonesia perlu membangun kemampuan sendiri dengan menyelaraskan kebijakan, riset, talenta, investasi, infrastruktur, dan implementasi AI berdasarkan kebutuhan serta nilai-nilai nasional.

Arah tersebut menjadi bagian dari tiga pilar transformasi digital Indonesia, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Pilar Terhubung mencakup perluasan akses terhadap konektivitas, data, kapasitas komputasi, pengetahuan, dan kolaborasi.

Pilar Tumbuh diarahkan untuk mengubah fondasi tersebut menjadi talenta, riset, inovasi, produktivitas, dan nilai ekonomi.

Sementara Terjaga memastikan AI berkembang secara etis, aman, transparan, dan akuntabel dengan pengawasan manusia yang bermakna.

Dampak AI Mulai Diukur dari Sektor Riil

Meutya mengatakan implementasi Meaningful AI harus dapat diukur berdasarkan dampaknya.

Di sektor pertanian, teknologi Internet of Things (IoT) disebut telah membantu mengurangi penggunaan pupuk lebih dari 40 persen. Sementara di sektor perikanan, teknologi digital disebut meningkatkan produksi lebih dari 40 persen.

Kemkomdigi juga memfasilitasi 150 pelaku UMKM di Wonogiri dan Banyuwangi dalam pemanfaatan AI untuk perencanaan bisnis, foto produk, branding, pembuatan konten, dan pemasaran digital.

Data tersebut digunakan pemerintah sebagai contoh bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu dikaitkan dengan hasil yang dapat dirasakan dan diukur.

Roadmap AI 2026–2029 Disiapkan

Sejalan dengan pengembangan AI, pemerintah juga memperkuat tata kelolanya melalui persiapan National AI Roadmap 2026–2029 dan regulasi etika AI berbasis risiko.

Kerangka tersebut menempatkan kemanusiaan, keselamatan, transparansi, akuntabilitas, pelindungan data pribadi, keberlanjutan lingkungan, dan kekayaan intelektual sebagai nilai yang harus dijaga dalam pengembangan AI.

Meutya menegaskan pemerintah memiliki peran menyediakan arah dan perlindungan, sementara seluruh ekosistem AI harus memastikan teknologi tetap terhubung dengan nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah harus menyediakan arah dan perlindungan, sementara seluruh ekosistem harus memastikan AI tetap terhubung dengan nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat. Masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, kapasitas komputasi, atau besarnya investasi. Masa depan AI juga ditentukan oleh nilai-nilai yang kita pertahankan, pilihan yang kita buat, dan tanggung jawab yang kita emban,” ujar Meutya. (Red)

MURI Catat Tari Mandau Pulang Pisau sebagai Rekor Dunia

“Budaya adalah identitas. Komitmen kami adalah menjadikan Pulang Pisau sebagai daerah yang berbudaya, mengangkat dan melestarikan keanekaragaman yang kita miliki”

Pemko Palangka Raya Teken Komitmen Bersama Dukung SPMB Tahun Ajaran 2025/2026

“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa proses SPMB berjalan tanpa kecurangan dan diskriminasi. Sistem zonasi dan kuota yang telah ditentukan harus dijalankan secara adil, konsisten, dan transparan demi memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon siswa”

Pemkab Mura Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025

“Ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa: pertama kesabaran para pahlawan, kedua semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan ketiga pandangan jauh ke depan"

Wagub: BAZNAS Mitra Strategis Kurangi Kesenjangan dan Perkuat Ekonomi Umat

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo menegaskan bahwa amanah kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bukan sekadar tugas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan sosial yang besar dalam mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel.

Paskibraka HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Tim “Indonesia Berdaulat” Resmi Ditugaskan

Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat” resmi ditetapkan untuk Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, dengan pelajar dari sejumlah provinsi dipercaya mengisi posisi utama pengibaran bendera.

BKBP Kota Palangka Raya Dukung Program GENTING, Perangi Stunting Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

“Melalui Gerakan GENTING ini, kami ingin menunjukkan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari partisipasi sebagai orang tua asuh”

Pemko Palangka Raya Kaji Peran Forkopimda ke Pemkab Badung

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah menerima kehadiran kami. Selain untuk bersilaturahmi, kunjungan ini juga untuk mengkaji bagaimana peran dan dukungan Forkopimda Pemkab Badung dalam menjaga stabilitas daerah”

Buka Puasa Bersama Korban Kebakaran Mendawai, Fairid Pastikan Bantuan dan Verifikasi Kerusakan

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri buka puasa bersama warga terdampak kebakaran di Jalan Mendawai Induk, Kota Palangka Raya, Selasa (24/2/2026). Kehadiran wali kota tidak sekadar silaturahmi Ramadan, tetapi juga untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal.

Pemko Palangka Raya Percepat Digitalisasi Arsip Sekolah Lewat Srikandi

Pemerintah Kota Palangka Raya memperluas implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di seluruh SMP Negeri guna mempercepat transformasi digital administrasi sekolah, meningkatkan akuntabilitas, dan mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Pengajian Al Hidayah Kota Palangka Raya Bantu Korban Kebakaran di Rindang Banua

“Kami dari Pengajian Al Hidayah Kota Palangka Raya hari ini mendatangi lokasi kebakaran di Komplek Rindang Banua. Ini adalah bentuk kepedulian kami dari pengurus dan anggota kepada korban kebakaran beberapa waktu yang lalu”

Popular Articles